Semesta Cahaya

pengejarcinta-nya:

lulumimo:

T.T

Baru jadi tadi :’(

pengejarcinta-nya:

lulumimo:

T.T

Baru jadi tadi :’(

aaaaaaaaa…

aaaaaaaaa…

(Source: maaslinazain, via dirikudrcinta)

thepiercingstar:

"the man dreams of a perfect woman and the woman dreams of a perfect man and they don’t know that Allah created them to perfect one another"~ Ahmad AlShugairi

thepiercingstar:

"the man dreams of a perfect woman and the woman dreams of a perfect man and they don’t know that Allah created them to perfect one another"~ Ahmad AlShugairi

(via dirikudrcinta)

gadisoktober:

Kalau kau baca segala nikmat Tuhan, terhitungkah?
Tidak.
Bukanlah tujuan-Nya hendak mendera, jauh sekali membuat kita terhimpit dalam segala yang perit-perit.
Tapi satu hal, begitu sempurna cinta Dia demi sebuah—bahgia, yang tertakdir dalam kisah-kisah kita. 
Apa masih kau ragu?

gadisoktober:

Kalau kau baca segala nikmat Tuhan, terhitungkah?

Tidak.

Bukanlah tujuan-Nya hendak mendera, jauh sekali membuat kita terhimpit dalam segala yang perit-perit.

Tapi satu hal, begitu sempurna cinta Dia demi sebuah—bahgia, yang tertakdir dalam kisah-kisah kita. 

Apa masih kau ragu?

“Jika engkau ingin selamat, jangan lepaskan peganganmu dari Tuhan.

Ilmu kebatinan yang paling mensaktikan adalah iman dan kepatuhan kepada Tuhan.”
— Mario Teguh (via marioteguh)
Suatu Waktu Aku Menulis Tentangmu, Gadis Kecil

Pagi telah terseyok-seok mengejar siang untuk mempertemukannya dengan petang. Selalu saat petang, ketika ia datang menggandeng senja, ketika itu pulalah serbuk ketenangan dan kedamaian menghambur dari langit untuk sekedar menyapa sesiapa yang merindukannya. Aku, yang telah tercipta sebagai senja di beberapa sajak dan prosa bahkan tidak mengerti kenapa harus selalu senja yang menjadi latar ceritaku dan semua apa-apa tentangku. Terkesan ‘maksa’ , namun sebagian besar tulisanku sama sekali tidak kupaksakan hadir saat  Tuhan menarik pelan logam orange yang menaungi semesta untuk bersemayam di sudut langit barat sana. Seperti cerita ini, aku ‘terjebak’ senja, kembali.

Namanya Bening, gadis kecil 12 tahun yang merenda hidup dengan sederhana di kota besar nomor tiga di Negeriku. Penampilannya, bahkan senyum simpulnya merupakan kesederhanaan nyata untukku. Untukku, yang  masih awam akan arti kesederhanaan. Sebelum kutahu, dibalik penampilan dan ’titik dua dan tanda tutup kurung’ sederhananya, ternyata ia mempunyai sebuah keyakinan untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai untuk disandingkan dengan kata sederhana,menurutku.

Read More

like.. emmh..

like.. emmh..

(Source: jannahflowers, via amdotkimchi)